Selasa, 16 April 2013

LUAR BIASA I

Kalau kamu bisa menjadi luar biasa, kenapa kau masih memilih menjadi biasa saja
Pertanyaan yang tak harus dijawab, karena aku memang tak membutuhkan jawaban dari mereka yang kutanyai. Namun, tak pernah bosannya aku bertanya seperti itu kepada orang-orang yang menyentuh hatiku. Orang yang ku cintai, sahabatku, murid-muridku.

Menjadi biasa itu banyak kembarannya. Menjadi biasa itu gampang dilupain. Menjadi biasa itu sama halnya dengan angin lalu.

Coba ingat,, siapa teman SD yang masih kau ingat nama dan tingkah polahnya? tentu kalau bukan yang paling pandai ya yang paling bodoh, jika bukan yang paling nakal ya yang paling alim, jika bukan yang paling cerewet ya yang paling pendiem. Mereka yang biasa-biasa aja? kemungkinannya kecil untuk kau masih mengingatnya.Yaaah mereka-mereka itu yang luar biasa. Mau nakal ya luar biasa nakal, mau cerewet ya luar biasa cerewet, mau pinter ya luar biasa pinter. Nah gampang bukan untuk tetap diinget? yupz,, hanya dengan menjadi luar biasa.Pilihan mau luar biasa baik atau luar biasa buruk itu pilihan.Ibaratnya, suatu saat nanti kalo kamu meninggal kamu berharap banyak yang menyayangkan --"Ihh kasihan ya si A,, padahal dia itu baik banget, ramah, nggak pelit lagi"-- atau kamu justru pengen banyak orang bersyukur atas kematianmu --"Syukur deh akhirnya si Z mampus. Ga rugi deh dunia kehilangan dia. Udah sukanya fitnah, jahatin orang lagi"... ???


0 komentar:

Posting Komentar